Insiden kecelakaan melibatkan dua unit bus TransJakarta terjadi pada Senin (23/2/2026) pagi. Kejadian yang disebut-sebut sebagai ‘adu banteng’ ini berlangsung di Koridor 13, tepatnya di ruas Kebayoran menuju Cipulir.
Kronologi dan Penyebab Insiden
Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, tabrakan terjadi sekitar pukul 07.15 WIB di jalur TransJakarta dua arah tanpa pembatas fisik. Dua bus yang terlibat adalah TransJakarta Bianglala bernomor polisi B 7136 SGA yang dikemudikan oleh Yayan (dari Kebayoran ke Cipulir) dan TransJakarta Mayasari Bhakti B 7353 TGC yang dikemudikan Arfan Sukoco (dari Cipulir ke Kebayoran).
Dalam keterangannya, AKBP Ojo Ruslani menyampaikan bahwa pengemudi Yayan mengakui tertidur sesaat saat sedang mengemudi. Akibat kelalaian ini, kendaraannya masuk ke jalur yang berlawanan arah dan akhirnya bertabrakan secara frontal dengan bus dari arah seberang.
Kondisi Korban dan Evakuasi
Bus yang dikemudikan Yayan dilaporkan tidak membawa penumpang sama sekali. Seluruh korban luka, yang berjumlah 24 orang, merupakan penumpang dari bus yang dikemudikan Arfan Sukoco. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
“Korban luka jumlah terkini 24 orang. Korban meninggal dunia tidak ada,” tegas AKBP Ojo Ruslani. Para korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Sari Asih Ciledug dan Rumah Sakit Bakti Mulya Slipi untuk mendapatkan perawatan medis. Dua orang di antaranya dilaporkan mengalami patah tulang dan menjalani perawatan intensif di RS Sari Asih Ciledug.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi kedua bus yang terlibat tabrakan masih terus dilakukan oleh petugas terkait untuk mengamankan lokasi dan mengembalikan kelancaran lalu lintas.
