Polisi berhasil mengungkap fakta menarik di balik aksi sejumlah pengendara sepeda motor yang menerobos dan merusak portal Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan. Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa kendaraan yang digunakan dalam aksi tersebut telah mengalami modifikasi ekstrem untuk mengejar kecepatan tinggi.
Motor Modifikasi untuk Kecepatan Tinggi
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menjelaskan bahwa sepeda motor yang digunakan, seperti Yamaha Mio, mampu melaju hingga kecepatan 100 kilometer per jam berkat modifikasi yang dilakukan. “Motor-motornya sudah diubah-ubah secara ekstrem. Modifikasinya ditujukan untuk menambah kecepatan,” ujarnya.
Bukan Aksi Geng Motor, Tapi Komunitas
Meski menggunakan motor yang dimodifikasi sedemikian rupa, Ojo menegaskan bahwa para pelaku bukanlah anggota geng motor. Mereka merupakan bagian dari sebuah komunitas yang gemar membuat konten dan nongkrong, dengan nama “Young Night Style”.
Penyelidikan Berlanjut Melalui Bukti Visual
Penyidik masih akan melanjutkan penelusuran terhadap puluhan pemotor yang terlibat. Mengingat para pelaku cenderung tidak mengaku, polisi akan melakukan identifikasi melalui video-video yang beredar di media sosial. “Dari video itu kita akan tahu jumlah pastinya, bisa mencapai puluhan motor,” jelas Ojo.
Modifikasi Mahal di Usia Muda
Yang mengejutkan, para pelaku yang berusia sekitar 20 tahunan ini ternyata mampu melakukan modifikasi dengan biaya yang tidak sedikit. “Modifikasinya mahal-mahal. Untuk karburator saja harganya bisa mencapai Rp5 juta,” tutur Ojo.
Ancaman Pasal Pelanggaran
Kini, para pelaku terancam dikenai sejumlah pasal pelanggaran lalu lintas. Ojo merinci pelanggaran yang dapat dikenakan, mulai dari penggunaan knalpot bising (brong), pelanggaran marka jalan, tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), hingga penggunaan plat nomor yang tidak sesuai peruntukannya.
