Prediksi Togel — Isu pencemaran merkuri di Waduk Cirata, Jawa Barat, kembali ditanggapi oleh pemerintah. Baik Komisi IV DPR RI maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara tegas membantah kekhawatiran masyarakat mengenai ikan yang tercemar merkuri dari waduk tersebut.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto, meminta media tidak membesar-besarkan isu ini. Menurutnya, manfaat mengonsumsi ikan jauh lebih penting untuk dikampanyekan daripada isu pencemaran yang dinilainya kecil.
“Untuk pencemaran, saya rasa itu isu kecil. Yang penting kita harus meningkatkan budaya untuk makan ikan, kasih tahu sering-sering, ada promosi, bahwa ikan itu sangat berisi, penting untuk kecerdasan anak,” ujar Titiek dalam acara Hari Ikan Nasional di Jakarta Pusat, Minggu (23/11/2025).
KKP Tegaskan Tidak Ada Ikan Tercemar
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang hadir dalam kesempatan yang sama juga membantah tegas adanya ikan tercemar. Saat ditanya awak media, Trenggono menampik dengan singkat, “Enggak ada yang tercemar, apa, tercemar apa?”
Pernyataan Trenggono langsung ditimpali oleh Titiek yang kembali menekankan agar media tidak membesarkan isu tersebut. “Apa yang tercemar? Kamu jangan besar-besarin,” ujarnya sambil menunjuk awak media.
Argumentasi di Balik Penolakan
Titiek juga memberikan argumen mengapa ikan merupakan pangan yang unggul. “Dan yang lebih utama lagi, ikan itu kan tinggal ngambil di laut, enggak usah piara kayak ayam gitu,” sambungnya. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah bagaimana pemerintah dan industri dapat mengolah produk pangan laut hingga sampai ke konsumen.
Latar Belakang Isu Merkuri di Cirata
Isu pencemaran merkuri di Waduk Cirata sebelumnya mencuat setelah pernyataan Guru Besar FPIK IPB University, Dietriech Geoffrey Bengen, pada Juli 2025. Saat itu, Dietrich menyatakan bahwa pernyataan tentang ikan di Cirata yang tidak layak konsumsi didasarkan pada kajian ilmiah.
Menurutnya, Waduk Cirata sebagai bagian hilir Sungai Citarum memang tercemar limbah industri, domestik, dan pertanian. Kondisi ini diperparah oleh kepadatan keramba jaring apung yang mencapai 120.000 unit, jauh melampaui daya dukung ideal yang hanya 12.000 unit.
Dengan pernyataan resmi ini, pemerintah berusaha menenangkan kekhawatiran masyarakat sekaligus terus mendorong program gemar makan ikan untuk meningkatkan gizi dan kecerdasan anak Indonesia.
